NITRAZEPAM
|
Nama
sistematis (IUPAC)
|
|
7-nitro-5-fenil-1H-benzo[e][1,4]diazepin-2(3H)-on
|
Penggunaan medis
Nitrazepam adalah obat yang termasuk ke dalam psikotropika
golongan IV. Nirazepam merupakan salah satu obat yang berfungsi untuk mengatasi
masalah tidur atau insomnia. Selain digunakan untuk mengatasi masalah tidur dan
insomnia nitrazepam juga digunakan untuk mengobati berbagai jenis
kejang-kejang. Nitrazepam juga dapat digolongkan sebagai obat tidur kelas
benzodiazepin. Nitrazepam dapat terkandung dalam obat seperti dumolid,
mogadon dan obat lainnya.
Mekanisme
Kerja
Mekanisme kerja Nitrazepam merupakan potensiasi inhibisi neuron yang
menggunakan GABA sebagai mediatornya. GABA (gamma-aminobutyric acid) merupakan
inhibitor utama neurotransmiter di susunan saraf pusat (SSP), melalui
neuron-neuron modulasi GABA energik. Reseptor nitrazepam berikatan dengan
reseptor subtipe GABA. Berikatan dengan reseptor agonis menyebabkan masuknya
ion klorida dalam sel, yang menyebabakan hiperpolarisasi dari membran
postsinpatik, dimana dapat membuat neuron ini resisten terhadap rangsangan.
Dengan cara demikian transmisi GABA-ergik(gaba-aminobutyric acid) meningkat.
GABA adalah suatu senyawa kimia penghambat utama di otak yang menyebabkan
rasa kantuk dan mengontrol kecemasan. Nitrazepam bekerja dengan meningkatkan
aktivitas GABA, sehingga mengurangi fungsi otak pada area tertentu.
Dimana menimbulkan rasa kantuk, menghilangka rasa cemas, dan membuat otot
relaksasi. Nitrazepam biasanya digunakan untuk mengobati insomnia. Nitrazepam
mengurangi waktu terjaga sebelum tidur dan terbangun di malam hari, juga
meningkatkan panjangnnya waktu tidur. Obat ini memfasilitasi efek
inhibitor dari GABA.
Sintesis
Nitrazepam
Reaksi
antara 2-amino-5-nitrobenzofenon (1) dengan bromoasetil bromida
membentuk amida 2. Penutupan cincin oleh amonia menghasilkan nitrazepam (3). Nitrazepam
dapat dihasilkan dari diazepinon (4) yang dinitrasi di posisi C7 dengan
kalium nitrat dalam asam sulfat.
Efek samping yang umum
Antara lain depresi sistem saraf pusat,
seperti rasa kantuk, pusing, depresi, kelelahan, ataksia, sakit kepala, vertigo, gangguan memori, dan gangguan fungsi
motorik. Mimpi buruk dan insomnia pantulan juga dilaporkan terjadi.
Nitrazepam
merupakan benzodiazepin kerja panjang dengan waktu paruh 15-38
jam (rata-rata waktu paruh 26 jam). Efek pening setelah pemberian
nitrazepam di malam hari dapat terjadi keesokan harinya, sehingga dapat
mengganggu kemampuan mengemudi dengan aman dan meningkatkan risiko jatuh dan
patah tulang pinggul.
Efek
samping yang jarang terjadi
Antara lain hipotensi,pingsan, palpitasi, ruam
atau pruritus, gangguan pencernaan, dan perubahan libido. Efek samping
yang sangat jarang terjadi antara lain reaksi paradoks, seperti, kegembiraan, stimulasi, halusinasi, hiperaktif,
dan insomnia. Telah dilaporkan juga nitrazepam memiliki efek
samping depresi, disorientasi, sedasi, amnesia retrograd, sakit kepala, hipotermia, dan delirium tremens. Toksisitas hati yang parah juga
dilaporkan telah terjadi.
Interaksi
Nitrazepam dapat berinteraksi dengan antibiotik eritromisin yang merupakan inhibitor kuat CYP3A4, yang mempengaruhi
waktu untuk mencapai konsentrasi puncak. Interaksi ini tidak diyakini
penting secara klinis. Namun, kecemasan, tremor, dan depresi telah
dilaporkan pada kasus pemberian nitrazepam dan triazolam. Setelah pemberian
eritromisin untuk pasien yang mendapat nitrazepam, terjadi halusinasi dan
sensasi tubuh abnormal. Pemberian bersamaan benzodiazepin dan eritromisin
dapat menyebabkan gejala psikotik, terutama pada pasien dengan komplikasi.
Kontrasepsi oral dan probenesid dapat mengurangi klirens nitrazepam
sehingga menyebabkan peningkatan kadar nitrazepam dalam plasma.
Sedangkan rifampisin meningkatkan klirens nitrazepam secara
signifikan. Simetidin memperlambat laju eliminasi dari nitrazepam,
sehingga menyebabkan peningkatan risiko akumulasi. Konsumsi alkohol bersamaan
dengan nitrazepam dapat menyebabkan peningkatan efek hipotensi dari kedua
senyawa. Benzodiazepin dapat menghambat glukuronidasi dari morfin, yang
mengakibatkan peningkatan kadar morfin pada tikus percobaan.
Farmakokinetik
Sebagian besar dari nitrazepam terikat pada protein
plasma. Obat kelas benzodiazepin merupakan obat yang larut dalam
lemak dan dapat terserap di otak dengan baik. Waktu yang diperlukan
nitrazepam untuk mencapai konsentrasi puncak pada plasma setelah pemberian oral
adalah sekitar 2 jam (0,5-5 jam). Waktu paruh nitrazepam antara 16,5
hingga 48,3 jam. Pada pemuda, nitrazepam memiliki waktu paruh sekitar 29 jam.
Sedangkan pada lansia, waktu paruhnya sekitar 40 jam. Pada dosis
rendah (5 mg) dan dosis tinggi (10 mg) nitrazepam dapat meningkatkan
kadar hormon pertumbuhan pada manusia secara signifikan.
Waktu
paruh Nitrazepam dalam cairan serebrospinal adalah 68 jam. Hal ini
menunjukkan bahwa nitrazepam dieliminasi secara lambat dari cairan
serebrospinal. Konsumsi obat bersamaan dengan makanan tidak
berpengaruh terhadap absorbsi nitrazepam atau terhadap bioavailabilitas. Oleh
karena itu, nitrazepam dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan.
Daftar Pustaka
Tanu, I. 2008. Farmakologi
dan Terapi Edisi 5. Balai Penerbit FKUI. Jakarta
Diskusikan!
1. Nitrazepam dapat menyebabkan ketergantungan
apabila digunakan dengan cara
dan dosis
yang tidak tepat, bgaimana cara pemberian dan dosis yang baik untuk
nitrazepam?
2.Apa yang membedakan antara benzodiazepin dengan
nitrazepam dilihat dari
struktur
kimianya?
3.Apakah Nitrazepam mengalami metabolisme? Jelaskan!
4.Selain nitrazepam, sebutkan mekaisme kerja dari
turunan benzodiazepin yang lain?
5.Jelaskan hubungan antara struktur dan aktifitas pada
turunan benzodiazepin
khususnya nitrazepam?
Pada pertanyaan nomor 3, sebagaimana kebanyakan obat pada umumnya, Nitrazepam juga akan mengalami metabolisme, dimana nitrazepam akan dimetabolisme di hati melalui jalur oksidatif sehingga menjadi lebih polar agar bisa dieksresikan melaluin ginjal berupa urin, hal ini dikarenakan nitrazepam bersifat dapat bekerja panjang dan bersifat lipofil, sehingga perlu dimetabolisme menjadi lebih polar agar dapat dieksresikan.
BalasHapusno 1. dosis 5-10 mg sebelum tidur; LANSIA (atau debil) 2,5-5 mg; ANAK tidak dianjurkan
BalasHapusMenurut artikel yang saya baca mengenai dosis nitrazepam untuk anak-anak yaitu pengobatan Kejang infantil. Anak dan Bayi: 125 mcg/kg; secara bertahap meningkat menjadi 250-500 mcg/kg.
BalasHapusuntuk pertanyaan nomor 4. turunan benzodiazepin yang lain contohnya adalag alprazolam dan mekanismenya berikatan dengan reseptor benzodiasepin pada saraf post sinap GABA di beberapa tempat di SSP, termasuk sistem limbik dan formattio retikuler. Peningkatan efek inhibisi GABA menimbulkan peningkatan permiabilitas terhadap ion klorida yang menyebabkan terjadinya hiperpolarisasi dan stabilisasi.
BalasHapusI've checked sites offering mogadon online and found mogadon online they have great rates and customer service. They helped me choose the medicines that's right for me. Order placed and I got my product in 2days, really happy !
BalasHapus